header image
 

Bumi Allah

 

Perum becomes such an uncomfort zone for me in person lately. Maka mulailah sibuk mencari persinggahan baru akhir-akhir ini. Awal Agustus nanti masa kontrak rumah ini akan habis dan karena beberapa ketidak-nyamanan selama hampir 1 tahun hidup disini, sudah diputuskan tidak akan perpanjang kontrak.

 

Tapi… tiba-tiba saja ingat, kalau sebenarnya, dimana pun kita berada, dimana pun kaki ini berpijak, di situlah rumah Allah. Kemana pun wajah ini menghadap, di sanalah wajah Allah. Lalu, kenapa jadi tidak nyaman tinggal di rumah Allah? Kenapa tidak nyaman hidup dalam hadapanNya? Kenapa hal-hal kecil yang tidak berarti menjadi penghalang untuk mensyukuri nikmat berada di dekatNya?

 

Ya ampun.. ternyata, diri ini telah menjadi seorang yang kufur nikmat karena tidak bersyukur hidup di rumahNya. Seorang yang munafik karena lalai mengemban amanat sebagai penghuni rumahNya. Seorang yang angkuh karena merasa tidak nyaman hidup dalam peraduanNya.

 

Tapi dibalik itu semua, ternyata do’a-ku terkabul. Pintaku setiap saat untuk tidak diizinkan berpaling dariNya, harapku agar selalu beri petunjuk menuju kebenaran dan doaku agar dijernihkan pikiran dan dilapangkan hati, sekali lagi terwujud.

 

From now on, di mana pun aku berada, di mana pun ku jejakkan kaki ini, di belahan bumi bagian manapun diri ini berpijak, aku akan MERAYAKANNYA. Akan ku mainkan genderang tingkahku sesuka hatiku. Aku akan menari KEGIRANGAN dan tertawa dengan penuh KEPUASAN.

 

 

~ by fmuth on May 8, 2009.

Leave a Reply