- K B -
Sempet nonton debat Cawapres tentang Keluarga Berencana (KB) sebelum Pilpres kemarin? Gregetan banget deh dengernya.. intinya semua sama, akan menerapkan KB seperti jaman Pak Harto dulu. Uda ga musim Pak… sekarang jamannya demokratis, bukan diktatoris lagi…
Setuju banget kalo setiap keluarga harus ikutan KB dalam arti “Keluarga Berencana” yang sesungguhnya. Maksudnya setiap keluarga harus punya rencana tentang mau di bawa kemana keluarga tersebut nantinya? termasuk tentang berapa anak yang mesti hadir dalam keluarga. Keluarga Berencana tidak seharusnya hanya membatasi jumlah anak tanpa ada relefansi yang jelas terhadap masa depan anak-anak bangsa nanti.
Pengeeeen banget muncul di forum itu dan ngeluarin unek-unek ini:
Keluarga Berencana tentang pembatasan jumlah anak tidak bisa disamaratakan di tiap keluarga. Karena kemampuan tiap keluarga dalam mendidik dan membesarkan anak berbeda-beda, baik dari segi MATERI, MENTAL maupun SPIRITUAL. Keluarga yang memiliki materi berlebih pun belum tentu memiliki kapasitas yang cukup dalam membersarkan anak, karena anak tidak hanya harus difasilitasi dalam hal materi, tetapi justru mental dan spirituallah yang akan menjadi bekal bagi si anak bila kelak dewasa nanti. Jadi, keluarga A mungkin masuk kategori K2 , tapi keluarga B bisa saja hanya mampu di K1 bahkan keluarga C justru masuk ke K4!!
Nah.. pemahaman tentang berapa anak yang layak hadir dalam keluarga inilah yang harus disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. PR pemerintahlah yang harus memikirkan metode dan sistem yang bagaimanakah yang dapat diterapkan dalam masyarakat kita sehingga banyaknya anak yang hadir dalam tiap keluarga sesuai dengan kapabilitas orangtuanya masing-masing.
Fenomena yang ada sekarang ini, justru mereka yang kurang mampu membesarkan anak justru yang punya anak banyak. Mereka yang berpendidikan cukup, bermateri cukup, malah membatasi angka kelahiran. Coba bayangkan, dua atau tiga dekade ke depan, Indonesia akan penuh dengan anak-anak yang kurang berpendidikan. Sedangkan anak-anak yang berpendidikan cukup kebanyakan lari ke luar negeri… Ironis yaa…
Ayolah Ibu-Ibu-Bapak-Bapak, kalau memang merasa belum cukup kapasitasnya sebagai orang tua yang layak, jangan terlalu memaksakan diri untuk memiliki anak. Sebaliknya, buat mereka yang capable enough to be a great parents, jangan cuma punya dua donk… tiga atau empat juga boleh… penuhilah negeri ini dengan anak-anak yang berkualitas, demi masa depan Ibu Pertiwi yang lebih baik.
Jadi, Bapak/Ibu Capres.. ada yg minat gandeng saya jd Cawapres??

Leave a Reply