SAKIT HATI
Pernah merasakan SAKIT HATI?? Dulu, I have no idea apa itu sakit hati. Marah sering, kesal sampai gemes dan geregetan juga tak kalah seringnya, tapi tidak sampai sakit hati. Marah ya marah saja, kesel ya kesel saja, habis itu ya sudah, haha-hihi lagi J no hurt feeling…
Tapi, sekitar 4 tahun yang lalu, satu kalimat bisa bikin aku merasakan suatu pengalaman baru. Selain kaget layaknya kesamber petir atau kena setrum, rasanya di dalam sini, entah hati, jantung atau paru-paru, seperti tertarik ke dalam, seperti tersedot ke suatu titik yang tak ada dasarnya. Dalaaaaam…. kuaaaat… dan cepat. Sampai bernafas saja sulit, semua indera motorik seperti bergetar, bulu kuduk berdiri, badan seperti kehilangan nyawa, melayang… tak bertapak ke bumi. Semua rasa campur aduk jadi satu, marah tapi tidak bisa teriak, sedih tapi air mata tidak keluar, kecewa, kesal, dan semua rasa yang sebelumnya tak pernah dirasa, muncul kepermukaan.
Ternyata sakit hati pun lama sekali sembuhnya. Bingung juga apa penawarnya? Perasaan tak kunjung pulih. Pikiran tak bisa jernih kembali setelahnya. Ada prasangka, ada curiga, ada ketidakpercayaan dan TAK ADA MAAF. Berangsur-angsur kadarnya menipis memang, pelan… tapi terlalu pelan sampai diri ini tak sabar menanti akhirnya rasa sakit ini habis tuntas. Tapi kenyataannya, sampai saat ini pun rasa sakit itu masih bersemanyam di dalam sana. Kecil, tapi cukup efektif menusuk hati disaat-saat tertentu. Saat-saat yang paling tidak diinginkan.
Unfortunately, disaat hati ini sedang berjuang bangkit memulihkan diri, satu kalimat yang lain hadir tak kalah mumpuninya. Kali ini bahkan sampai merobek sesuatu yang sudah luka dulu hingga menimbulkan rasa sakit, perih dan panas. Bahkan tetesan darahnya pun terasa satu per satu, tetes demi tetes, rembes ke dalam luka itu dan tak terbayang perihnya. Beberapa detik adalah saat-saat yang amat menyiksa pada waktu itu. Ya, memang hanya beberapa detik, tapi rasanya seperti selamanya.
Dulu, 4 tahun tak cukup waktu untuk melenyapkan luka lama. Dan sekarang, entah berapa lama luka baru ini akan membekas menggerayangi kehidupanku kelak.
Aku akan tetap berjuang menghapus luka lama. Walaupun celakanya, luka ini sifatnya tak termaafkan dan tak terlupakan.
Tapi aku pun sadar, bahwa setiap kejadian adalah pengalaman hidup. Dan setiap pengalaman adalah pembelajaran diri.
Satu hal yang telah aku camkan dalam diri, menyakiti perasaan orang lain adalah hal yang wajib dihindari. Perasaan orang lain adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Karena kalau aku berlaku demikian, maka akan ada hati lain yang menjadi korban, akan ada hati lain yang berdarah-darah dan akan ada hati lain yang terluka… and I know it’s hurt!!

Leave a Reply